google.com, pub-4370146743310366, DIRECT, f08c47fec0942fa0


5 Hal Ini Perlu Dipikirkan Sebelum Menikah

koranWedding.com - Sebelum menikah, ada baiknya Anda dan pasangan membicarakan mengenai keuangan. Kenapa? Karena ini penting. Kelangsungan rumah tangga kelak juga ikut terpengaruh dengan kondisi keuangan ke depannya.

Masalahnya, terkadang orang terlalu gengsi untuk membicarakan kondisi keuangannya pada pada pasangan. Entah karena malu atau sungkan. Ketika Anda sudah berumah tangga, masalah keuangan merupakan salah satu hal yang mudah sekali memancing emosi. Bahkan, tak jarang menjadi awal mula pertengkaran dalam rumah tangga.

Oleh sebab itu, ada baiknya Anda diskusikan 5 hal ini dengan pasangan dan pastikan hal itu sudah terselesaikan sebelum menikah:

1. Anggaran Pernikahan.

Entah mau didesain secara sederhana atau penuh kemewahan. Pada dasarnya pernikahan adalah acara yang sangat sakral. Apabila semuanya sudah dibicarakan bersama, maka bisa dipastikan masalah ini bisa selesai tepat waktu.

Namun, tidak sedikit pula urusan seperti ini menjadi masalah di kemudian hari. Problem muncul ketika kedua belah pihak keluarga tidak menemui kesepakatan bersama. Biasanya, masalah keuangan merupakan penyebab hal ini bisa terjadi.

Oleh sebab itu, adalah langkah terbaik bilan Anda memperhitungkan keuangan dengan baik lebih dulu. Pastikan berapa dana yang dibutuhkan, kapan dana mulai digunakan, dan siapa saja yang akan membiayainya. Terakhir yang tak kalah penting, pastikan dalam perhitungan tersebut Anda tidak berutang sepeser pun.

2. Kondisi Keuangan.

Terbuka dalam hal komunikasi merupakan salah satu hal yang wajib Anda lakukan. Kenapa mesti begitu? Kelak, ketika Anda sudah berumah tangga, Tidak ada rahasia yang 100% aman dan lama kelamaan pasti akan terbongkar.

Bersikap terbuka mengenai keuangan dan kebiasaan pengeluaran merupakan dua hal yang amat penting. Tidak selamanya kendali keuangan harus diserahkan kepada suami istri. Kalau kedua belah pihak tidak saling terbuka, maka masalah keuangan ini akan menjadi bahan pertengkaran kelak.

Percuma memiliki penghasilan besar, apabila keduanya tidak memiliki rasa percaya, yang ada Anda dan pasangan hanya akan saling curiga. Oleh sebab itu, ada baiknya Anda mulai bertanya. Tidak perlu menanyakan hal-hal yang terkesan berat.

Cukup saling menceritakan berapa penghasilan masing-masing, bagaimana mengatur keuangan saat ini, berapa kartu kredit yang dimiliki, dan hal penting lainnya.

3. Harta Bawaan.

Sebelum menikah, Anda atau pasangan pasti memiliki aset pribadi. Pastikan Anda berdua mengetahuinya. Harta bawaan merupakan harta yang Anda atau pasangan miliki sebelum menikah. Jadi, harta bawaan merupakan harta yang 100% berdasarkan jerih-payah diri sendiri.

Sedangkan harta yang dihasilkan bersama setelah menikah adalah harta gono-gini. Oleh sebab itu, ada baiknya Anda membuat catatan perincian harta bawaan masing-masing saat ini.

Berapa jumlah tabungan di bank, berapa nilai mobil, berapa gram emas, atau nilai investasi yang dimiliki, dan hal lainnya. Tunjukkan semua bukti kepemilikan dan pastikan pasangan Anda mengetahuinya.

4. Perjanjian Pra Nikah.

Ini yang sering dilupakan, padahal sangat penting. Meski masih jarang yang menggunakan, belakangan ini sudah mulai banyak pasangan yang memiliki perjanjian ini. Perjanjian pra nikah merupakan perjanjian yang berisi kepemilikan harta masing-masing serta cara mengelolanya, hingga pengaturan pengurusan anak.

Selama ini, perjanjian pra nikah dianggap tidak terlalu penting. Padahal kalau dipikir-pikir lagi, ini merupakan salah satu bentuk antisipasi ketika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi dalam rumah tangga.

Ketika Anda berniat membuat perjanjian pra-nikah, maka Anda memerlukan seorang notaris. Diskusikan segala hal yang ingin diungkapkan dan dinilai perlu dimasukkan dalam perjanjian. Setelah Anda dan pasangan sudah sepakat, maka perjanjian ini tidak bisa diubah setelah menikah.

5. Tempat Tinggal.

Kebanyakan pasangan belum memiliki rumah sendiri ketika baru menikah atau masih menumpang di rumah orang tua. Ketika sudah menikah, maka Anda harus memutuskan. Mau tetap tinggal bersama orang tua atau berpisah.

Masalahnya, yang sering terjadi, satu, dua, bahkan tiga tahun berlalu, dan Anda masih juga tinggal di rumah orang tua.

Akibatnya, kondisi rumah tangga Anda semakin lama semakin memburuk. Pernikahan selayaknya dibarengi dengan persiapan matang. Tidak hanya dalam sisi ekonomi, namun dari sisi psikis juga. Mumpung belum kejadian, lebih baik mulai saat ini buat keputusan untuk punya rumah tinggal sendiri. Sambil menunggu, segera alokasikan pendapatan untuk uang muka pembelian rumah. (jek)



google.com, pub-4370146743310366, DIRECT, f08c47fec0942fa0

website stat