google.com, pub-4370146743310366, DIRECT, f08c47fec0942fa0


Meski Saling Cinta, Tapi Bisa Juga Ragu & Gagal Menikah Loh...

Ilustrasi.


koranWedding.com - Jodoh memang rahasia Tuhan, tidak ada yang tahu siapa akan berjodoh dengan siapa. Bahkan jika pasangan sudah saling cinta, lamaran sudah dilaksanakan, cincin tunangan sudah melingkar dan bahkan hari pernikahan semakin dekat. Bisa saja di detik-detik terakhir, pernikahan justru gagal dan keduanya tak jadi menikah. Nah loh kok bisa ya???

Ya, meski hati sudah menyatu dan orangtua telah memberi restu, masih terbuka kemungkinan munculnya masalah yang membuat batalnya pernikahan. Bagaimana bisa seseorang tiba-tiba ragu dan memilih untuk membatalkan pernikahan? Inilah yang menjadi misteri.

Seperti yang dituturkan Pingkan C. B. RUmondor, M.Psi, psikolog klinis, mengatakan, ada beberapa alasan salah satu pihak jadi ragu saat menjelang pernikahan.

Dia mengatakan, "Mempersiapkan pernikahan merupakan masa-masa penuh tekanan (stressfull). Salah satu reaksi dari seseorang yang tertekan ialah menjadi lebih agresif dalam berkomunikasi. Hal ini dapat menimbulkan konflik antara calon suami dan calon istri, ataupun dengan pihak keluarga."

Ketika konflik muncul, salah satu pihak bisa saja sakit hati, tersinggung, kemudian ragu melihat pasangan yang kurang mampu mengendalikan diri sehingga memutuskan untuk membatalkan pernikahan.

Dia juga menambahkan, gagal nikah bisa terjadi karena hal sepele seperti tersinggung dengan perkataan calon mertua. "Di Indonesia, pernikahan diharapkan bisa berlangsung seumur hidup (sesuai UU Perkawinan No 1 Tahun 1974), sehingga wajar jika seseorang akan mempertimbangkan dengan saksama sebelum membuat janji pernikahan. Pada tahap persiapan pernikahan, calon pengantin biasanya banyak berinteraksi dengan keluarga calon pasangannya," jelas Dosen Psikologi Universitas Bina Nusantara ini yang dilansir Sabtu (31/3/2018).

Di sini lah, bisa ditemukan adanya nilai-nilai pribadi yang tidak sesuai dengan nilai keluarga besar pasangan. "Misalnya, seorang calon pengantin yang mengetahui bahwa calon mertua tidak menginginkan anak mantunya untuk bekerja. Jika bisa bekerja adalah nilai penting bagi si calon pengantin, maka bisa saja ia ragu untuk melanjutkan pernikahan," ungkap Pingkan.

Lulusan Universitas Indonesia sekaligus founder Cinta Setara (Komunitas dan platform psikoedukasi tentang hubungan yang sehat dan bahagia) ini mengimbau jika konflik bisa dipicu karena keterlibatan keluarga besar dalam membicarakan persiapan pernikahan.

Ketika calon pengantin belum mampu menyelesaikan konflik secara dewasa, Pingkan mengutarakan, salah satu pihak bisa menjadi ragu untuk melanjutkan pernikahan.

Bahkan keraguan juga bisa muncul saat menjelang pernikahan. Seperti misalnya salah satu pihak bertemu dengan lawan jenis lain yang lebih menarik dan dirasa lebih cocok untuk menjadi pendamping hidup.

Jadi, itulah mengapa seringkali kamu menemui kisah pernikahan yang gagal atau batal menikah karena ternyata ada banyak alasan mengapa hal itu bisa terjadi. Semoga hal-hal seperti ini tidak terjadi dalam hidupmu ya. Semoga bisa jadi referensi ya. (jek)



google.com, pub-4370146743310366, DIRECT, f08c47fec0942fa0

website stat