google.com, pub-4370146743310366, DIRECT, f08c47fec0942fa0


Dipuji Netizen, Mempelai Wanita Menikah Tanpa Terima Mahar

He Pingwei menikahi wanita bule asal Ukraina, Inesa di China.


koranWedding.com - Memberikan mahar ketika menikah sudah menjadi budaya di sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia. Beberapa adat pun tak jarang menuntut mahar yang lebih banyak dari yang lainnya sesuai dengan kebiasaan masing-masing negara.

Tapi berbeda yang terjadi di China, seorang pengantin pria tak jarang harus memberikan sejumlah uang tunai hingga mobil sebelum meminang wanita yang dicintainya. Karena itu, banyak orang memuji wanita ini karena mau dinikahi secara 'gratis'.

Sepasang pengantin baru beda negara belakangan menjadi topik perbincangan di kalangan netizen China. Pasalnya sang mempelai pria mengaku tidak mengeluarkan banyak uang untuk menikah.

Berbeda dari pria China kebanyakan, He Pingwei tidak perlu memberikan mahar karena sang pengantin tidak menginginkannya.

Tak heran, kini wanita cantik itu langsung banjir pujian dari para netizen.

Wanita tersebut diketahui bernama Inesa. Inesa merupakan wanita asal Ukraina yang bekerja di Beijing, China sebagai penerjemah. Ia pun bertemu dengan He Pingwei kemudian menikah setelah beberapa lama berpacaran.

Saat mengggelar pernikahan di kampung halaman He Pingwei, wanita cantik itu kemudian menjadi buah bibir karena tidak menerima mahar sama sekali.

Dilansir NetEase, pengantin wanita beserta keluarga tidak meminta uang atau apapun sebagai mahar ketika pertunangan. Itu tampaknya dilatarbelakangi oleh budaya di Ukraina yang tidak mengenal kebiasaan demikian.

Padahal di China, biasanya pihak pengantin pria harus memberi sejumlah hadiah pada keluarga wanita sebelum pernikahan. Hadiah tersebut bisa berupa permen, kue, minuman, perhiasan, bahkan mobil dan properti. Belum lagi sejumlah uang tunai yang juga biasanya ikut diberikan sebagai mas kawin kepada calon istri.

Meski terlihat sepele, hal ini cukup menarik perhatian bagi netizen China. Apalagi mahar pernikahan di Negeri Tiongkok bisa sangat mahal. Dikarenakan ketimpangan jumlah pria dan wanita, rata-rata nilai mahar di sana meroket beberapa tahun belakangan, terutama di daerah pedesaan.

Di beberapa provinsi dikatakan jika mahar bisa mencapai 200 ribu yuan atau Rp 434 jutaan. Kadang itu belum termasuk prasyarat pernikahan, seperti beli apartement atau mobil.

"Pengantin Ukraina memang hebat. Cantik dan 'murah'!," canda salah satunetizen yang sekaligus bentuk pujian kepada Inesa. (ist/rus)



google.com, pub-4370146743310366, DIRECT, f08c47fec0942fa0

website stat