google.com, pub-4370146743310366, DIRECT, f08c47fec0942fa0


Mau Tahu Untung Rugi Menikah Sebelum Usia 30-an?

Ilustrasi.


koranWedding.com - Perkara jodoh memang ada di tangan Tuhan. Karenanya ada yang menikah muda dan ada pula yang belum menemukan jodoh sampai di usianya yang sudah beranjak matang.

Ada yang berkata bahwa menikah di usia muda lebih baik daripada menikah di usia 30-an. Apapun pendapat itu, patut kita buktikan kebenarannya lewat kisah yang dijalani pasangan suami istri yang menikah di usia 20-an.

Adalah sepasang suami istri mengatakan bahwa hubungan pernikahan mereka jauh lebih baik setelah memutuskan menikah di usia di bawah 30-an tahun. Mereka menganggap usia mereka saat itu adalah usia yang sangat ideal untuk menikah.

Setelah menikah, mereka secara drastis berubah menjadi pribadi yang lebih matang dan satu sama lain saling menyesuaikan diri.

Tapi tetap saja pernikahan di usia 20-an tidak terlepas dari persoalan, sebagaimana perjalanan pernikahan pada umumnya. Untuk lebih mengetahui tentang hal ini ditemukan bahwa terdapat lima untung rugi menikah sebelum 30-an.

Keuntungan

1. Semakin cepat Anda menikah semakin cepat pula mengakhiri kencan-kencan buruk yang Anda jalani. Selain itu, Anda tidak lagi harus menjalani pengawasan ketat dari keluarga dan menerima nasihat-nasihat dari teman-teman Anda.

2.  Anda bisa memiliki anak lebih awal, dan mereka akan tumbuh besar lebih awal daripada menikah di usia matang.

3. Kalian tumbuh bersama sebagai pasangan. Pikiran yang masih belum terlalu dewasa tampaknya memberikan keuntungan dalam hubungan.

4. Saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama. Saat sudah menikah, Anda tidak lagi mencapai tujuan seorang diri, tetapi tujuan itu bisa dicapai bersama pasangan yang selalu mendampingi Anda.

5. Mungkin di usia muda Anda secara finansial masih belum begitu mapan. Tetapi bersama pasangan Anda bisa memulainya dari titik nol. Tak peduli apakah setelah menikah Anda masih megontrak di kamar kosan atau numpang di rumah orangtua, yang terpenting tetap bersama-sama memiliki tujuan untuk merdeka secara finansial.

Usia Anda yang masih sangat muda akan memberikan peluang besar untuk menatap kehidupan keluarga yang lebih baik saat anak beranjak dewasa.

Kekurangan

1. Menikah di usia muda memang akan merampas waktu-waktu menyenangkan Anda. Tidak ada hang out dengan teman-teman, shopping atau jalan-jalan. Sepanjang waktu akan habis bersama dengan pasangan.

2. Tentu saja di awal pernikahan Anda akan mulai merasa jika pilihan menikah di usia muda adalah sebuah kesalahan. Karena merasa pernikahan sangat mengekang hidup Anda.

3. Anda mengeluh karena sulit sekali mengambil keputusan sendiri. Jika biasanya Anda bisa mengambil keputusan sendiri tanpa melibatkan pendapat orang lain, maka saat menikah setiap keputusan harus dirembukkan bersama pasangan.

4. Tak ada lagi waktu sendiri. Tak ada lagi waktu untuk bersenang-senang seperti yang Anda lakukan ketika masih lajang. Penghasilan bulanan yang Anda hasilkan semuanya harus dialokasikan ke keuangan rumah tangga. Boro-boro memenuhi gaya hidup seperti masa lajang, kehidupan pernikahan berbicara soal kebutuhan bersama.

5. Tak ada lagi waktu untuk bisa mengenal diri sendiri. Sebaliknya, Anda hanya akan menjalankan peran suami atau istri setelah pesta pernikahan usai. Anda tak lagi berfokus dengan diri sendiri, tetapi juga orang lain.

Namun di atas dari sisi baik dan buruk dari pernikahan di usia muda, pernikahan memang akan selalu berbicara tentang tantangan. Tantangannya adalah proses menyatukan dua kehidupan yang berbeda untuk menjadi satu dalam rumah tangga.

Usia bukanlah penghalang untuk memilih menikah, tetapi kematanganlah yang perlu dimiliki di dalam membangun sebuah pernikahan. Karena seyogyanya pernikahan suci adalah ikatan kasih antara suami istri di dalam satu iman kepada Tuhan.

Sementara bagi yang belum menikah di usia 30-an, nikmatilah masa lajang dengan maksimal. Sembari mempersiapkan diri menyambut mempelai yang dipersiapkan Tuhan. (jek)



google.com, pub-4370146743310366, DIRECT, f08c47fec0942fa0

website stat