google.com, pub-4370146743310366, DIRECT, f08c47fec0942fa0


Xanana Umumkan Perceraiannya

Mantan Presiden dan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao bersama keluarga.


koranWedding.com - Mantan Presiden dan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao mengumumkan dirinya telah berpisah dengan istrinya, warga negara Australia, Kirsty Sword Gusmao.

"Kami ingin memberitahu teman-teman, kolega dan banyak pendukung keputusan kami untuk berpisah sebagai pasangan," kata Gusmao (68), di Melbourne, dimana Kirsty kini tinggal bersama ketiga putranya.

"Seperti semua pasangan yang memutuskan untuk melakukan ini (berpisah), ini tidak mudah," tambah Xanana seperti dilansir Brisbane Times, Sabtu (26/3/2016).

Perpisahan itu mengakhiri pernikahan layaknya sebuah dongeng yang telah berlangsung hampir selama 15 tahun, dimana seorang pejuang kemerdekaan jatuh cinta dengan agen intelijen yang berusia 20 tahun lebih muda, yang mengunjunginya saat mendekam di penjara di Ibukota Jakarta.

"Kami berdua telah mengabdikan hidup untuk memperjuangkan kemerdekaan Timor Leste dan kemudian seluruh kehidupan pernikahan kami melalui berbagai tahapan dan tantangan membangun negara."

Pengumuman perpisahan pasangan itu terjadi sebulan setelah Xanana mundur sebagai Perdana Menteri Timor Leste, dua bulan sebelum masa jabatannya berakhir.

Adapun Kirsty, adalah agen intelijen dengan nama samaran "Ruby Blade" di masa perjuangan kemerdekana Timor Leste. Dia bertemu Xanana pertama kali di penjara Jakarta pada 1994.

"Saya menjabat tangan Xanana dan berpura-pura tidak tertarik padanya," kata Kirsty dalam sebuah wawancara 2002.

Dibesarkan di Bendigo dan Melbourne, Kirsty fasih berbahasa Indonesia. Setelah menyelesaikan kuliah di Universitas Melbourne, Kirsty bekerja sebagai guru dan aktivis hak-hak asasi manusia di Jakarta. Saat itulah dia mulai meneruskan pesan dari Xanana di depan hidung polisi dan tentara Indonesia.

Xanana, menjalani tujuh tahun penjara sebelum dibebaskan pada 1999, setelah Timor Leste memilih berpisah dari Indonesia.

Kirsty kemudian menjadi sekretaris Xanana dan menikah pada 2000. Putra pertama mereka, Alexandre lahir tak lama kemudian.  

Selain menjadi Ibu Negara, Kirsty juga mendirikan Yayasan ALOLA pada 2001 untuk mendukung perempuan Timor Leste dan keluarganya. Dia juga menjadi duta pendidikan Timor Leste.

Pada 2008, Kirsty melindungi anak-anak dari gerilyawan yang menyusup masuk ke rumahnya di perbukitan di atas Kota Dili, dalam upaya pembunuhan Xanana, setelah Presiden Timor Leste kala itu, Jose Ramos Horta ditembak dan nyaris tewas di rumahnya.

Dia lalu pindah sementara di Rosebud, pinggiran Melbourne akhir 2012 sambil menjalani perawatan kanker payudara.

Xanana menyatakan Kirsty akan terus menjadi Presiden ALOLA dan akan sering mengunjungi Timor Leste tempat ketiga putranya lahir dan dibesarkan.  

Dia juga menyatakan akan meneruskan perannya sebagai Menteri Perencanaan dan Investasi Strategis dan akan kerap mengunjungi Melbourne, dimana ketiga putranya kini tinggal.

"Tentu saja, kami menghadapi masa depan dengan kesedihan, tapi tidak ada penyesalan karena hubunganserta perjalanan kami unik dan kaya," kata Xanana.

Dia menambahkan mereka berdua akan terus bekerja sama demi kepentingan Timor Leste. "Ini adalah sesuatu yang anak-anak kami pahami sebagai warisan mereka."

"Dengan tiga anak laki-laki yang memiliki kewarganegaraan ganda, dan multilingual, kami tetaplah orang tua yang berkomitmen dan menjaga hubungan keluarga untuk membesarkan anak-anak dan menjadikan Timor Leste sebagai tempat yang lebih baik bagi mereka dan seluruh anak-anak Timor Leste," kata Xanana. (jek)

 



google.com, pub-4370146743310366, DIRECT, f08c47fec0942fa0

website stat