google.com, pub-4370146743310366, DIRECT, f08c47fec0942fa0


"Belum Mapan" Alasan Kenapa Masih Jadi Jomblo

koranWedding.com - Jika Anda belum menikah dan seseorang bertanya pada Anda, “Sudah siapkah Anda menikah?”, bagaimana jawaban Anda? Nah loh biasanya pertanyaan ini timbul setelah usia diangka 30-an.

Kecuali saat ini Anda tinggal menunggu hari H untuk meresmikan ikatan pernikahan, kemungkinan besar Anda membutuhkan waktu cukup lama untuk memikirkan jawaban atas pertanyaan tersebut.

Tentu ada beragam alasan mengapa seseorang merasa sudah siap menikah atau juga sebaliknya. Berdasarkan survey terbaru yang dilakukan oleh Paktor, 50 persen pria dan 56 persen wanita yang disurvey mengatakan belum menemukan pasangan yang tepat sebagai alasan utama mereka belum siap untuk menikah. Hal ini tentu terlihat wajar jika Anda belum menemukan jodoh yang dirasa tepat.

Namun, bagi mereka yang sudah menemukan cinta sejati sekalipun, ternyata banyak yang memikirkan alasan keuangan sebagai faktor kedua yang menyebabkan mereka tidak siap untuk menikah.

Sebanyak 8 persen wanita dan 26 persen pria menyatakan alasan tersebut sebagai hal terpenting berikutnya jika memang sudah memiliki pasangan.  

Managing Director dari situs pembanding produk keuangan paling populer di Indonesia Halomoney.co.id, Jay Broekman, menyatakan bahwa dalam mempersiapkan pernikahan, kita tidak dapat terpaku pada biaya perayaannya saja, tetapi juga perlu mempedulikan bagaimana kelancaran arus kas rumah tangga setelah menikah.

“Saat saya memikirkan persiapan pernikahan bersama calon istri saya, kami tidak hanya memikirkan berapa besar biaya yang perlu kami keluarkan untuk menyelanggarakan pesta pernikahan. Kami tentu memikirkan persiapan finansial kami sebagai satu keluarga yang utuh setelah menikah,” kata Jay melalui keterangan tertulisnya yang dilansir Kamis (18/2/2016).

Dalam survey yang dilakukan oleh Paktor, sebanyak 72 persen responden menyatakan bahwa stabilitas keuangan merupakan kunci penting agar mereka dapat siap untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. Berarti, 7 dari 10 orang di Indonesia sudah menyadari bahwa mereka membutuhkan kondisi keuangan yang stabil meski sudah menikah agar hubungan rumah tangga mereka berjalan dengan lancar.

Apa saja yang menjadi kriteria stabilitas keuangan agar pasangan telah siap menikah?

Pendapatan bulanan diri sendiri merupakan kriteria pertama. Responden pria cenderung memberikan patokan yang tinggi untuk diri mereka sendiri terhadap kriteria pendapatan bulanan.

Sebanyak 46 persen pria dan 28 persen wanita menyatakan bahwa diri mereka masing-masing harus memiliki pendapatan minimal Rp 5 juta per bulan. Hanya 29 persen pria dan 5 persen wanita yang menyatakan bahwa mereka harus memiliki pendapatan minimal Rp 10 juta per bulan untuk siap menikah

Pendapatan bulanan calon pasangan merupakan kriteria kedua. Responden wanita cenderung melihat kriteria ini sebagai suatu kriteria yang wajib diperiksa dibandingkan responden pria.

Sebanyak 20 persen wanita menuntut agar pasangannya memiliki pendapatan minimal Rp 10 juta per bulan, dan 14persen yang lain menuntut pasangannya memiliki pendapatan minimal Rp 5 juta per bulan. Responden pria yang menuntut kriteria pendapatan minimal bagi pasangannya hanya ada kurang dari 4 persen saja.

Tabungan dan aset investasi merupakan kriteria ketiga yang berikutnya dipilih. Baik responden pria maupun wanita setuju akan pentingnya kriteria ini, yaitu 17 persen pria dan 27 persen wanita.

Untuk meningkatkan kestabilan keuangan, ada beberapa cara yang yang dapat Anda lakukan.

Pertama, Anda tentu perlu meningkatkan pendapatan bulanan diri sendiri. Anda dapat meningkatkan keahlian Anda dalam bekerja agar dapat kemungkinan dipromosi menjadi lebih tinggi. Alternatif lainnya, Anda dapat memulai bisnis sampingan dengan modal kecil untuk memperoleh penghasilan tambahan.

Jika diperlukan, Anda bisa menggunakan tabungan atau pinjaman tanpa agunan (KTA) untuk memulai bisnis tersebut. Bisnis merupakan kegiatan yang produktif, jadi pengisian tabungan kembali atau cicilan pelunasan tentu dapat dilakukan secara bertahap sesuai keuntungan yang Anda peroleh dari bisnis.

Kedua, Anda dapat mengajak pasangan Anda untuk membantunya memperoleh kenaikan penghasilan seperti yang Anda lakukan pada diri sendiri. Alternatif lain, ajaklah pasangan untuk membuat perencanaan keuangan yang baik agar penghasilan yang minim sekalipun tetap dapat mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Ketiga, Anda tentu perlu mempersiapkan tabungan. Caranya, sisihkan sekurang-kurangnya 10% dari penghasilan Anda tepat saat baru pertama menerima gaji. Untuk menghitung berapa jumlah yang bisa disisihkan, buatlah semacam anggaran sederhana untuk menghitung pengeluaran bulanan Anda sendiri, dan coba lihat berapa yang dapat sisihkan setiap bulan.

Saat membuat anggaran, kurangi atau hilangkan pengeluaran-pengeluaran yang tidak diperlukan. Anda juga dapat menerapkan berbagai tips pengeluaran hemat yang tidak mengurangi atau mengganggu gaya hidup Anda. Berbagai tips ini mudah ditemukan di internet atau blog manajemen keuangan personal.

Jadi, benarkah cinta saja sudah cukup untuk melanjutkan hubungan Anda dan pasangan ke jenjang yang lebih serius? Ternyata, mayoritas penduduk di Indonesia setuju bahwa cinta saja tidaklah cukup, dan kestabilan keuangan jangka panjang merupakan hal penting yang perlu dipikirkan selain biaya pernikahan.

Rencanakan pernikahan dan cek kestabilan keuangan Anda, maka pernikahan dan kehidupan rumah tangga yang bahagia tentu akan menanti di masa depan. (dya/int)

 



google.com, pub-4370146743310366, DIRECT, f08c47fec0942fa0

website stat