google.com, pub-4370146743310366, DIRECT, f08c47fec0942fa0


Kawin Campur Timbulkan Permasalahan Baru

Ilustrasi.


koranWedding.com - Sampai saat ini belum ada data pasti mengenai keberadaan keluarga kawin campur dan anak-anaknya di Cisarua, Bogor. Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Kantor Imigrasi Bogor, dan UNHCR tak memiliki data soal anak campuran ini.

Padahal keluarga-keluarga ini rentan konflik. Pada akhirnya yang jadi korban adalah wanita Bangsa Indonesia dan anak campurannya. Mereka banyak ditelantarkan.

"Itu salah perempuannya, kok mau dikawini pengungsi," kata Kepala Imigrasi Kelas I Bogor, Didik Heru.

Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Lenny Rachmawati juga belum punya solusi jitu untuk itu. "Kami masih terus mendatanya," kata Lenny ketika ditemui di ruang kerjanya.

Lenny mengaku baru akan bertindak setelah menerima data itu. Dia meminta Pekerja Sosial Masyarakat Kecamatan Cisarua untuk mendatanya.

Namun Pekerja Sosial Masyarakat Kecamatan Cisarua, Hasan Bandoeng juga belum memiliki data itu. Dia sekaligus Koordinator Paguyuban Masyarakat Cisarua. Hasan mengaku belum pernah benar-benar mendata soal anak campuran ini.

"Saya hanya menemuinya secara tidak sengaja saat mendata soal jumlah imigran di Kecamatan Cisarua pada Agustus -September 2013 lalu," ujarnya. (jek)



google.com, pub-4370146743310366, DIRECT, f08c47fec0942fa0

website stat