Studi: Manusia Mencari Pasangan yang Mirip Orangtuanya

Ilustrasi.


koranWedding.com - Lebih dari 91 persen responden sebuah penelitian di Australia mengungkap, ingin memiliki pasangan yang punya karakter serupa orangtuanya. Demikian kesimpulan survei yang dilakukan oleh situs kencan eHarmony, dikutip dari News.com.

Hasil studi ini mengaplikasikan teori yang diajukan oleh Sigmund Freud, yang mengatakan pengaruh orangtua memberi dampak yang sangat besar terhadap kepribadian seseorang.

“Ini adalah pembuktian terhadap orang-orang yang mencoba melawan teori Freud. Tak sedikit orang yang tak percaya Freud dan mengatakan ia terlalu dramatis. Studi ini menunjukkan, seseorang dengan sadar maupun tidak, ingin memiliki pasangan yang punya kualitas kepribadian mirip orangtua,” kata pakar hubungan Melanie Schilling.

Sebagai tambahan, riset yang tidak mencantumkan jumlah responden ini mengungkap, sekitar 45 persen responden tak mau pergi berkencan dengan orang yang punya kepribadian mirip saudara kandungnya.

“Kami mendapat kesimpulan, mayoritas responden akan menghindari pergi berkencan dengan seseorang yang fisik atau tingkahnya mirip saudara kandung responden,” tambah Schilling.

Schilling juga mengatakan, “Saya rasa, untuk membuktikan, coba ingat-ingat karakter dari para mantan kekasih Anda. Ingat apa saja karakter para mantan itu yang membuat Anda frustasi atau kecewa, yang mirip dengan karakter saudara kandung Anda.”

Dari studi ini, menurut Schilling, seseorang yang berlatar belakang keluarga tidak utuh bisa menarik pembelajaran. “Untuk orang yang punya latar belakang keluarga terpecah atau ada sebuah disfungsi, ia akan tumbuh menyadari bahwa ia punya pilihan dalam menjalin hubungan. Manusia punya kecenderungan untuk mengulang pola yang sudah terjadi di dalam keluarga. Namun, bila ternyata pilihan itu tidak baik, maka pola itu bisa dicegah untuk terjadi kembali,” ujar Schilling. (jek)




website stat