google.com, pub-4370146743310366, DIRECT, f08c47fec0942fa0


Awas, Berbohong Soal Uang Picu Perceraian

Ilustrasi masalah keuangan keluarga.


koranWedding.com - Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa banyak orang yang berbohong soal keuangannya pada pasangan. Pada akhirnya, kebohongan itu bisa mengarah pada perceraian.

Dalam sebuah survei yang dilakukan National Endowment for Financial Education (NEFE) kepada 2.035 orang dewasa, sebanyak 33 persen dari mereka pernah berbohong tentang uang pada pasangannya. Sementara 35 persen mengaku mereka pernah ditipu oleh pasangannya terkait masalah keuangan.

Angka itu sedikit meningkat dari survei yang sebelumnya dilakukan oleh NEFE pada 2011, yaitu 31 persen pernah berbohong dan 33 persen pernah ditipu.

“Anda mungkin berpikir dengan adanya resesi orang akan bicara satu sama lain mengenai uang dan lebih terbuka. Namun nyatanya mereka justru melanjutkan kebiasaan buruk itu,” kata Ted Beck, CEO dari NEFE, seperti dilansir laman Huffington Post, Rabu (19/2/2014).

Untuk sebagian besar pasangan, kebohongan finansial ini berakibat buruk pada hubungan mereka. Tiga perempat di antaranya atau sebanyak 76 persen yang mengalami kebohongan finansial mengatakan kebohongan itu mempengaruhi hubungan.

Sebanyak 47 persen mengaku hal itu bisa menimbulkan pertengkaran dan 33 persen bahkan menyebutkan hilang kepercayaan pada pasangan. Bahkan, 10 persen di antara mereka mengatakan kebohongan itu mengarah pada perceraian.

Pada sebuah studi lainnya yang dilakukan Kansas State University pada Juli 2013, pertengkaran seputar keuangan merupakan alasan kuat perceraian, tanpa melihat penghasilan, utang, atau kekayaan yang dimiliki pasangan. (jek)

 



google.com, pub-4370146743310366, DIRECT, f08c47fec0942fa0

website stat