google.com, pub-4370146743310366, DIRECT, f08c47fec0942fa0


Indahnya Berbulan Madu di Pulau Batam & Bintan

Pulau Batam dan Bintan


koranWedding.com - Siapa yang tak kenal Pulau Batam ? Ya, pulau ini sangat dekat dengan negara tetangga Singapura. Bahkan menjadi pusat bisnis yang terus berkembang pesat. Namun demikian, pulau ini ternyata juga menjadi tempat “pelarian” yang sempurna bagi mereka yang ingin berbulan madu. Jangan bandingkan dengan pulau setenar Bali, karena lain ladang lain ilalang.

Siapa yang akan tertarik berbulan madu ke pulau ini ? Tentunya mereka yang sudah merasa penat dan bosan dengan liburan ke Bali maupun Lombok. Selain itu, mereka yang juga ingin berbulan madu dan shopping till drop di Singapura boleh juga mencoba berbulan madu di pulau ini.

Tak jauh dari Batam, Pulau Bintan juga menawarkan diri sebagai tempat berbulan madu yang begitu istimewa. Khusus bagi mereka yang mau berbeda dalam tujuan honeymoon-nya, kedua pulau ini dapat dijadikan sebagai pilihan utama.

Seperti kebanyakan honeymooners, tentu sah-sah saja kalau Anda tak terlalu fokus untuk mengeksplorasi seluruh tempat sebanyak mungkin. Tapi kalaupun Anda ingin, berikut adalah tempat-tempat yang bisa Anda kunjungi selama berada di pulau ini.

Batam Area

Resor-resor di area Nongsa adalah pilihan yang tepat sebagai honeymoon destination. Pantai dengan pasir putihnya dapat dengan mudah ditemukan di area ini. Tidak jarang pula Anda akan bisa melihat kapal-kapal yacht yang ditambatkan di dermaga tak berpantai milik para wisatawan negeri tetangga.

Belum lengkap perjalanan ke Batam kalau belum mengunjungi Jembatan Barelang atau Batam Rempang Galang. Jembatan yang berada di area Muka Kuning ini secara tak resmi dinobatkan sebagai landmark-nya Pulau Batam, yang menjadi bukti modernisasi dan pembangunan yang giat didengungkan di pulau ini.

Selain Jembatan Barelang, wisata di Pulau Galang juga menjadi obyek wisata di Batam. Pulau yang dahulu menjadi tempat singgah bagi para pengungsi Vietnam pada saat terjadi perang Vietnam antara tahun 1957 hingga 1975, pada saat mereka terdampar ketika melarikan diri keluar dari negaranya.

Di dalam area ini juga terdapat sebuah kelenteng yang dibangun untuk Dewa Guan Shi Pusha yang dipercaya mampu memberi keberuntungan yaitu kelenteng Quan Am Tu. Selain itu pula, Anda juga dapat melihat perahu-perahu yang dulu digunakan oleh para pengungsi.

Bagi mereka yang gemar shopping, Batam cukup terkenal dengan pusat perbelanjaannya. Dulu, pulau ini cukup dikenal dengan barang-barang orisinil yang super murah, tapi beberapa orang mengingatkan kalau belanja di Batam sekarang tak sama seperti berbelanja di Batam dahulu. Beberapa pusat perbelanjaan yang cukup besar di Pulau Batam antara lain Batam City Square Mall, Mega Mall, Nagoya Hill, dan Lucky Plaza.

Bintan Area

Tidak sulit mencari tempat menginap yang bagus di sini. Biasanya yang menjadi persoalan adalah mana yang paling bagus dan nyaman dari semua resor yang ada, yang tergabung dalam manajemen Bintan Resort. Diakui atau tidak, Anda akan melihat sendiri bahwa tempat ini dikelola dengan baik dan terkonsep dengan baik hingga menjadi tujuan honeymoon yang dapat direkomendasikan.

Meski tidak banyak memiliki tempat tujuan wisata, resor-resor yang terdapat dalam pulau ini akan memberikan akomodasi yang lengkap sehingga tamu tak perlu lagi pergi ke mana-mana untuk liburan yang cukup berwarna. Satu resor biasanya akan dilengkapi dengan pantai pribadi, beberapa restoran dan bar, tempat hiburan, atau bahkan wahana untuk berolahraga, seperti golf atau olahraga air lainnya.

Namun bukan berarti tidak ada tempat yang dapat dikunjungi selain area resor tempat menginap saja. Wisata ke hutan mangrove Bintan, kawasan pasir lagoi dan safari ke Pulau Penyengat adalah beberapa pilihan lain untuk mengisi waktu. Untuk membeli buah tangan, Anda juga dapat mengunjungi pasar oleh-oleh yang juga berada di kawasan Binta Resorts.

Menjelajahi Bintan Mangrove

Dalam satu kesempatan berada di Pulau Bintan, acara yang tak akan kami lewatkan begitu saja adalah menjelajahi hutan Mangrove di pulau ini. Hutan dengan luas jelajah 6,8 Km ini begitu menarik untuk dikunjungi, terutama buat mereka yang menyukai petualangan di alam bebas. Inilah salah satu contoh kekayaan alam Indonesia yang dijaga dan disadari arti pentingnya, tidak sebatas lahan hanya untuk dieksploitasi demi kepentingan sesaat.

Apa yang Akan Anda Lihat

1. Kegiatan Memancing di Hutan mangrove

Di beberapa sudut Sungai Sebung, Anda akan melihat beberapa nelayan yang berdiri di atas menara kecil yang sedang berusaha menangkap ikan-ikan yang banyak hidup di sungai ini. Kegiatan menangkap ikan ini juga dapat menggunakan sebuah jaring yang sering disebut Bubus.

2. Roh Buaya Penunggu Sungai

Sungai Sebung dipercaya banyak orang dijaga oleh roh buaya berkaki tiga. Roh buaya berkaki tiga itu mendiami Sungai Sebung dan tinggal di salah satu tumpukan bebatuan yang menyerupai tubuh buaya di salah satu sudut sungai ini. Demikian menurut penuturan Bapak Leman, salah satu sesepuh desa Sungei Kecil yang dipercaya penduduk lokal dapat berkomunikasi dengan roh penjaga sungai ini.

3. Tempat Pembakaran (dengan kayu-kayu dari Hutan Mangrove)

Di beberapa tempat akan terlihat gundukan-gundukan tempat pembakaran yang dulu sering digunakan penduduk setempat. Beberapa kayu hutan Mangrove, seperti kayu dari spesies tanaman Rhizophora, terbukti menghasilkan lebih banyak panas dibandingkan kayu-kayu lainnya dari spesies tanaman lainnya. Kayu-kayu ini dipanen lalu dibakar dalam tempat pembakaran tertutup seperti ini.

4. Melihat Kunang-Kunang (khusus tur di malam hari)

Tur menyusuri sungai dan hutan mangrove tidak hanya dibuat pada siang hari. Tur pada malam hari juga memberikan sensasi yang berbeda. Terlebih ketika Anda mendengar suara hewan-hewan di dalam hutan dan melihat sinar dari tubuh kunang-kunang menerangi sekitar.

5. Pondok Nelayan

Para nelayan yang melakukan aktivitasnya di sepanjang Sungai Sebung, mendirikan pondokan-pondokan sebagai tempat beristirahat dan menyimpan hasil tangkapannya. Keunikan yang terdapat pada pondokan ini adalah semua bahan bangunan yang digunakan berasal dari Hutan Mangrove yang ada di sekelilingnya.

6. Lobster Lumpur

Sebagai salah satu penghuni hutan ini, lobster-lobster ini terlacak keberadaannya dari gundukan-gundukan lumpur di sepanjang sisi sungai.

7. Epiphytes

Salah satu fauna yang hidup pada tanaman lain ini, banyak terlihat di pohon-pohon di daerah sekitar sungai. Bunga anggrek adalah salah satu tanaman Epiphytes yang banyak ditemukan di sini.

8. Pandan

Selain Epiphytes, tanaman pandan juga banyak terdapat di sini. Daun-daun pandan banyak dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan tikar dan keperluan rumah tangga lainnya.

9. Pohon Nipah

Mendekati ujung pemberhentian selatan, terdapat banyak sekali pohon nipah. Dari pohon ini, dimanfaatkan biji-bijian dan daunnya.

10. Pong Pong, sejenis apel beracun

Menarik untuk dinikmati tetapi sebenarnya berbahaya untuk dikonsumsi.(nez)

 



google.com, pub-4370146743310366, DIRECT, f08c47fec0942fa0

website stat